Sabtu, 09 Maret 2013

In B.L.A.C.X BeauTy











LOW SPEED SHUTTER


Membuat foto dengan teknik "LOW SPEED SHUTTER" ,teknik foto ini hampir sama dengan light painting namun yang berbeda adalah pencahayaan nya , jika teknik light painting memerlukan ruangan yang sangat gelap, sedangkan low speed shutter ini tidak harus memerlukan ruangan yang gelap.
   Nah teknik foto ini sama dengan teknik foto panning atau movement, teknik foto ini memerlukan setting dengan shutter yang lambat atau rendah , sehingga pergerakan objek dapat tampak pada hasil foto, namun yang harus di perhatikan adalah kamera harus tetap dalam posisi statis agar background pada objek dapat terlihat fokus
   Okay itulah pengertian singkat tentang foto low speed shutter, nah di sini saya akan menuliskan langkah - langkah untuk membuat dengan teknik foto tersebut, langkah - langkah nya sebagai berikut :
1.sediakan kamera , boleh pakai kamera dslr maupun kamera pocket biasa yang penting kamera tersebut dapat diatur shutter speed nya
2.tripod , atau tempat yang memungkinkan agar kamera tetap dalam posisi statis
3. objek nya misalnya kita dapat menggunakan keramaian lalu lintas sebagai objeknya.
caranya:
1. atur speed pada kamera  sesuaikan dengan keinginan , misalnya memakai speed 4 detik atau 8 detik
2. kemudian atur bukaan nya usahakan pakai bukaan yang besar , biasanya f/2.8
3. letakkan kamera pada tripod atau tempat untuk menjaga agar kamera tetap dalam posisi statis
4. tekan tombol shutter nya , kemudian tunggu sesuai dengan speed yang kita sesuaikan
5. lihat hasil nya

Selamat Mencoba!!!

                                                       

                                                       Pada Photo 1 dan 2 di pakai pengaturan sbb :
                                                       Shutter : 6.2 Sec, Exposure Program : Manual
                                                       F-Stop : F/2.8, ISO : 100, Focal Lenght : 50mm

                                                      Pada Photo 3 di pakai pengaturan sbb :
                                                       Shutter : 4.0 Sec, Exposure Program : Manual
                                                       F-Stop : F/3.2, ISO : 100, Focal Lenght : 50mm
   

Minggu, 24 Februari 2013

The Journey Of Our New Life








Prewedding Jun dan Ika. 2012. Lokasi : Museum Transportasi - TMII

Together As One




Pre Wedding Amal dan Esa. Lokasi : Pancawati Cikreteg-Bogor, Alam Sutra - Bogor

Love is In Our Way







Pre Wedding Izul dan Vita. Lokasi : Pantai Ancol, Le Bridge Pantai Ancol, Pelabuhan Sunda Kelapa. February 2011

HOT BROWN SUGAR

Model : Putri Annastya. Lokasi : Bamu Apus 19 Jakarta Timur











Senin, 18 Februari 2013

BOKEH



Bokeh pada intinya adalah ukuran kualitas blur yang membuat obyek terpisah dari background-nya. Mata kita senang saat melihat foto dengan backgorund yang kabur secara lembut, creamy dan cantik. Salah satu pertanyaan yang paling sering dikirim pembaca adalah, kok bokeh saya masih kurang bagus sih? apa yang salah?
Ada enam faktor utama yang sangat mempengaruhi kualitas foto bokeh kita, penuhi keenamnya maka anda akan mendapatkan bokeh dengan kualitas jempol.

1. Gunakan aperture besar.

Bokeh berasal dari lensa bukan dari kamera. Oleh karena itu, hal terpenting yang harus dilakukan adalah setting aperture lensa anda pada bukaan yang besar (terbesar yang diijinkan situasi pemotretan – aperture maksimal). Anda bisa melakukannya dengan menggunakan mode Aperture Priority dan mengubah f kedalam nilai terkecil (putar ring aperture berlawanan arah jarum jam).  Dalam settingan ini secara praktis kita menurunkan depth of field menjadi shallow/dangkal.

2. Kurangi jarak antara kamera dengan obyek foto.

Semakin dekat kita berdiri dari obyek foto, semakin blur background-nya. Semakin dekat obyek foto, fokus lensa juga semakin dekat dan depth of field akan makin menyempit. Cobalah lakukan ini: acungkan jari telunjuk anda didekat gelas yang jauhnya kira-kira 50 cm didepan anda, fokuskan mata anda pada telunjuk, sekarang gerakkan telunjuk tadi mendekat mata anda. Makin dekat telunjuk dengan mata, gelas dibelakangnya akan makin kabur bukan?

3. Jauhkan jarak antara obyek dan background-nya.

Saat anda memotret teman dan ingin menghasilkan bokeh yang bagus, maka semakin jauh teman tadi dari background dibelakangnya, semakin bagus bokeh yang anda dapatkan. Lihatlah foto dibawah ini, daun yang paling dekat kamera masih terlihat tajam. Tapi semakin menjauh dari kamera, semakin kabur. Sementara daun dengan warna hijau dibelakang sana terlihat kabur sekali.

4. Gunakan focal length terpanjang.

Saat anda memakai lensa zoom, gunakan focal length terpanjang untuk makin memisahkan obyek utama dengan background-nya. Sebagai contoh: saat anda menggunakan lensa maut 70–200 mm, set focal length di posisi 200mm untuk menghasilkan bokeh yang bagus. B
Kalau di tas anda tersimpan lensa 300mm, lensa 18–200mm, lensa 14–24mm, pilihlah lensa terpanjang (300mm) kalau tujuan anda menghasilkamn foto bokeh yang maut.

5. Pilih lensa dengan kualitas optik terbaik yang mampu anda beli.

Kualitas bokeh juga sangat dipengaruhi oleh kualitas optik lensa yang kita pakai. Katakanlah anda memilik dua lensa yang focal length maksimalnya sama, contoh: lensa 18–20mm/f5.6 dan lensa 70–200mm/f2.8, karena kualitas optik lensa 70–200mm (biasanya) jauh lebih superior dibandingkan lensa 18–200mm (sehingga harganya juga berlipat-lipat lebih mahal). Maka gunakan lensa 70–200mm tadi, dan sebisa mungkin pakailah di aperture f/2.8.

6. Gunakan lensa prime

Karena makin besar aperture makin bagus pula bokehnya, jika anda memiliki lensa prime, pakailah. Lensa prime atau prime lens atau fixed lens, adalah lensa yang memiliki focal length tunggal alias lensa yang tidak bisa di-zoom. Lensa prime biasanya menghasilkan foto bokeh yang sangat bagus karena memilki bukaan aperture yang sangat besar, tipikal lensa prme adalah 50mm f/1.4, 85mm f/1.4 atau varian murahnya 50mm f/1.8 dan 85mm f/1.8. Belajar fotografu banyak membahas mengenai lensa prime.
Nah selamat menghasilkan foto dengan bokeh yang dahsyat.